Prosedur Percobaan

 

PROSEDUR PERCOBAAN

A. Persiapan Alat dan Komponen

Pastikan seluruh komponen berikut tersedia sebelum perakitan:

1. Komponen Sensor dan Input

  • Sensor LDR (Light Dependent Resistor) untuk pendeteksi intensitas cahaya

  • Sensor Flame (pendeteksi api berbasis IR)

2. Komponen Pengolah Sinyal

  • Op-Amp TL082

    • U1A → detektor cahaya (non-inverting)

    • U1B → buffer/voltage follower flame sensor

  • Potensiometer RV3 untuk pengaturan ambang cahaya

  • Resistor (10k, 220Ω, 100Ω, dll.)

3. Komponen Penggerak Output

  • Transistor NPN BC547 (Q7 & Q4)

  • Relay 5V (RL7 untuk lampu, RL4 untuk buzzer)

  • Dioda 1N4007 (D8, D3) sebagai flyback diode

  • Buzzer 5V

  • Lampu LED / lampu kandang

4. Catu Daya

  • Power supply +5V+12V, dan +15V sesuai rangkaian op-amp dan relay.

5. Peralatan Uji

  • Kabel jumper

  • Multimeter

  • Breadboard / PCB

  • Korek api untuk simulasi api


B. Tahapan Perakitan Rangkaian Pencahayaan (Sensor LDR)

1. Pemasangan Sensor LDR

  • Pasang LDR menghadap ke luar kandang atau dekat atap.

  • LDR dihubungkan ke rangkaian pembagi tegangan menuju input non-inverting (pin 3) op-amp U1A.

2. Potensiometer RV3

  • Hubungkan RV3 ke +15V dan ground

  • Terminal tengah (wiper) → input inverting U1A (pin 2)

  • Digunakan sebagai pengatur batas kecerahan (set point nyala/mati lampu).

3. Op-Amp TL082 (U1A – Detektor Cahaya)

  • Pin 8 → +15V

  • Pin 4 → −15V

  • Pin 3 (+) → LDR

  • Pin 2 (−) → RV3

  • Pin 1 (output) → basis transistor melalui resistor R15

4. Transistor Q7 (BC547)

  • Basis → Output op-amp via R15

  • Emitor → Ground

  • Kolektor → Koil relay RL7 dan dioda D8 (flyback)

5. Relay RL7

  • Salah satu koil → kolektor Q7

  • Koil lain → +12V

  • Kontak relay dihubungkan ke lampu kandang (D1)


C. Tahapan Perakitan Rangkaian Deteksi Api (Flame Sensor) dan Buzzer

1. Sensor Flame

  • Pin Vcc → +5V

  • Pin GND → Ground

  • Pin OUT → input op-amp U1B (pin 5)

2. Op-Amp TL082 (U1B – Voltage Follower)

  • Pin 5 → input dari Flame sensor

  • Pin 7 → output (menyalurkan sinyal tanpa perubahan gain)

  • Bekerja untuk menstabilkan sinyal Flame sebelum masuk ke transistor.

3. Transistor Q4 (BC547)

  • Basis → output op-amp melalui R7

  • Emitor → Ground

  • Kolektor → koil relay RL4 + dioda D3

4. Relay RL4

  • Koil → kolektor Q4 & +5V

  • Kontak → terhubung ke buzzer BUZ1 (alarm kebakaran)

5. Buzzer

  • Terletak di luar dinding kandang agar peringatan terdengar jelas

  • Aktif saat relay RL4 ON


D. Pemeriksaan Awal Sistem

  1. Cek kembali polaritas komponen, sambungan ground, dan koneksi op-amp.

  2. Ukur tegangan output dari LDR dan Flame sensor menggunakan multimeter.

  3. Pastikan:

    • Perubahan cahaya mengubah tegangan output LDR

    • Sensor Flame menghasilkan tegangan saat mendeteksi api

  4. Nyalakan catu daya:

    • Lampu harus menyala saat kondisi gelap

    • Buzzer tetap mati dalam kondisi normal


E. Pengujian Sistem

1. Pengujian Sensor LDR (Kontrol Lampu)

  • Tutupi LDR → op-amp U1A mengaktifkan transistor Q7 → relay ON → lampu menyala

  • Beri cahaya terang → relay OFF → lampu padam

  • Catat tegangan pada pin op-amp dan titik switching yang diatur RV3

2. Pengujian Sensor Flame (Alarm Kebakaran)

  • Arahkan sumber api (korek dari jarak aman) ke sensor Flame

  • Op-amp U1B harus mengeluarkan sinyal stabil

  • Transistor Q4 aktif → relay RL4 ON

  • Buzzer berbunyi kuat sebagai alarm kebakaran

3. Pengujian Gabungan

  • Uji LDR dan Flame sensor secara bersamaan

  • Pastikan sistem mampu:

    • Mengendalikan lampu secara otomatis

    • Memberikan peringatan cepat saat ada api

  • Amati kecepatan respons serta stabilitas relay dan op-amp

Komentar

Postingan populer dari blog ini