LAPORAN AKHIR M3 ELEKTRONIKA
JURNAL PRAKTIKUM OPERATIONAL
AMPLIFIER DAN FILTER
Nama : Nobelis Givento Amira
No BP : 2410952042
Kelompok : 2
Tanggal Praktikum : 09 September 2025
Asisten Praktikum : 1. Achmad Yusuf
2. Colderia Zheavinsky
1. Inverting Amplifier
Rf(kΩ) | Vi(V) | Hitung 𝑅 Gain(− 𝑅𝑖𝑛 | Vout | Bentuk Gelombang |
20 | 5V | -2 | 1,8 V | |
50 | 5V | -5 | 7,44 V |
|
80 | 5V | -8 | 7,55 V |
|
2.Komparator
V1 (V) | V2 (V) | Vout |
3V | 1V | -10 V |
1V | 3V | 11,26V |
3. LPF -20dB
Frekuensi | Vin | Vout | Grafik Sinyal |
100 Hz | 5 V | 0,053 V |
|
500 Hz | | 0,061 V |
|
1000 Hz | | 0,052 V |
|
Sketch Grafik Bode Plot |
|
4. HPF 40dB
Frekuensi | Vin | Vout | Grafik Sinyal |
100 Hz | 5V | 3,058 V |
|
500 Hz | 5V | 0,027 V |
|
1000 Hz | 5V | 0,017 V |
|
Sketch Grafik Bode Plot |
|
4.1 Inverting Amplifier
a. Susun rangkaian seperti pada gambar 3.6
Gambar 3.6 Rangkaian Inverting Amplifier
b. Hubungkan Function generator dan Osiloskop ke rangkaian inverting amplifier
c. Hidupkan Osiloskop dan Function generator
d. Ukur nilai tegangan keluaran dari inverting amplifier
e. Catat hasil tegangan keluaran ke jurnal yang telah disediakan
4.2 Komparator Amplifier
a. Susun rangkaian seperti pada gambar 3.7
Gambar 3.7 Rangkaian Komparator Amplifier
b. Atur nilai tegangan V1 dan V2 menggunakan resistor variabel pada modul
c. Aktifkan rangkaian komparator amplifier dengan menghubungkan ke sumber listrik
d. Ukur nilai tegangan keluaran dari rangkaian komparator amplifier
e. Catat hasil praktikum ke jurnal yang telah disediakan.
4.3 Low Pass Filter
a. Buatlah rangkaian LPF -20dB seperti pada gambar 3.8
Gambar 3.8 Rangkaian LPF -20dB
b. Hubungkan catu daya modul RS-A04 Operational Amplifier 2.
c. Hubungkan function generator ke input rangkaian LPF -20dB.
d. Hubungkan probe pertama osiloskop ke input dan probe kedua ke output.
e. Atur frekuensi sesuai dengan jurnal 100 Hz - 1000 Hz
f. Perhatikan gambar sinyal pada osiloskop.
g. Ukur tegangan input dan output menggunakan multimeter
h. Catat hasil praktikum ke jurnal yang telah disediakan.
4.4 High Pass Filter
a. Buatlah rangkaian HPF 40dB seperti pada gambar 3.9
Gambar 3.9 Rangkaian HPF 40dB
b. Hubungkan catu daya modul RS-A04 Operational Amplifier 2.
c. Hubungkan function generator ke input rangkaian HPF 40dB.
d. Hubungkan probe pertama osiloskop ke input dan probe kedua ke output.
e. Atur frekuensi sesuai dengan jurnal 100 Hz - 1000 Hz
f. Perhatikan gambar sinyal pada osiloskop
g. Ukur tegangan input dan output menggunakan multimeter
h. Catat hasil praktikum ke jurnal yang telah disediakan.
1. Video Kondisi
2. Inverting Amplifier
3. Comprator Amplifier
4. LPF -20dB
5. HPF 40dB
Berdasarkan hasil praktikum, pada konfigurasi dengan diperoleh gain teoritis sebesar −2, dan tegangan output terukur sekitar 1,8 V dengan fase terbalik 180° dari input. Untuk , gain teoritis −5, sedangkan hasil pengukuran output 7,44 V dengan pembalikan fase. Pada , gain teoritis −8, namun output hanya sekitar 7,55 V.
Secara teori, tegangan output ditentukan oleh:
yang berarti output selalu terbalik fasenya terhadap input. Akan tetapi, hasil percobaan menunjukkan tegangan output lebih rendah daripada perhitungan karena keterbatasan catu daya op-amp, sehingga terjadi saturasi atau clipping.
Prinsip kerja comparator adalah membandingkan dua tegangan masukan. Dari hasil percobaan, ketika , output turun ke −10 V, sedangkan jika , output naik ke +11,26 V. Hal ini menegaskan bahwa comparator hanya memberikan dua kondisi keluaran, yaitu saturasi positif atau negatif, tergantung perbandingan input.
Apabila tegangan input mendekati sama dengan tegangan referensi, output menjadi tidak stabil (berosilasi/chattering) karena sangat peka terhadap noise kecil maupun offset op-amp. Dalam aplikasi nyata, kondisi ini biasanya diatasi dengan menambahkan histeresis (misalnya dengan Schmitt Trigger) agar output lebih stabil.
Secara teoritis, output mengikuti rumus:
Namun, pada hasil praktikum amplitudo output lebih kecil dari perhitungan. Perbedaan ini disebabkan oleh keterbatasan catu daya op-amp (tegangan tidak dapat melebihi batas supply), efek saturasi, kerugian komponen, serta perbedaan metode pengukuran (RMS, puncak, atau p-p). Dengan demikian, teori memberi hasil ideal, sementara praktik menunjukkan keterbatasan nyata perangkat.
4. Analisa prinsip kerja dari rangkaian Low Pass Filter (LPF) berdasarkan data tegangan input, tegangan output, frekuensi cut-off, serta bentuk gelombang hasil percobaan.
Komentar
Posting Komentar