Flowchart

 FLOWCHART


        a. Rangkaian Sensor Cahaya




Mulai (Start)

Sistem diaktifkan dan siap bekerja untuk memantau Cahaya matahari menggunakan sensor LDR.

 

Deteksi Cahaya Matahari (Sensor LDR)

Sensor LDR akan membaca intensitas cahaya matahari dan mengubahnya menjadi sinyal tegangan 

  • Jika cahaya matahari belum terdeteksi, sistem akan terus melakukan pembacaan intensitas cahaya.
  • Jika intensitas cahaya matahari terdeteksi, proses dilanjutkan ke tahap berikutnya.

 

Perbandingan Tegangan (Op-Amp Detector)

Tegangan hasil keluaran sensor dibandingkan dengan tegangan referensi (Vref) menggunakan Op-Amp.

  • Jika tegangan input (V⁺) > Vref, maka sinyal keluaran Op-Amp menjadi aktif (HIGH) dan proses dilanjutkan.
  • Jika V⁺ ≤ Vref, maka sistem kembali melakukan pembacaan intensitas cahaya matahari dari sensor LDR.

 

Aktivasi Transistor (VBE ≥ 0,7V)

Keluaran Op-Amp akan menjadi sinyal pemicu transistor. Transistor akan aktif (ON) jika tegangan basis-emitor (VBE) mencapai atau melebihi 0,7V.

  • Jika VBE < 0,7V, transistor tetap OFF dan sistem kembali ke pembacaan intensitas cahaya.
  • Jika VBE ≥ 0,7V, transistor aktif dan mengalirkan arus ke rangkaian relay.

 

Relay Aktif (Relay Close)

Ketika transistor aktif, relay akan menutup (close), memutuskan arus ke perangkat keluaran (output).

 

LED mati

Setelah relay aktif, LED akan mati karena cahaya matahri sudah terdeteksi menandakan pagi telah tiba.

 

Selesai

Sistem berhenti pada kondisi LED mati hingga intensitas cahaya matahari turun dan tidak terdeteksi oleh sensor lalu LED akan hidup kembali.



        b. Rangkaian Sensor Api




Mulai (Start)

Sistem pendeteksi Api otomatis diaktifkan dan siap bekerja untuk memantau keberadaan Api di lingkungan.

 

Deteksi Api (Sensor Flame)

Sensor Flame berfungsi untuk mendeteksi Api. Sensor ini akan menghasilkan tegangan keluaran yang berubah sesuai dengan Tingkat suhu api yg terdeteksi.

  • Jika tidak ada api, sistem akan terus melakukan pembacaan sensor.
  • Jika sensor mendeteksi adanya api (tegangan meningkat), maka sinyal dikirim ke rangkaian berikutnya.

 

Penguat Tegangan (Op-Amp Voltage Follower)

Sinyal keluaran dari sensor flame diteruskan ke rangkaian Op-Amp yang berfungsi sebagai voltage follower.
Tujuannya agar sinyal dari sensor menjadi lebih stabil tanpa mengalami perubahan nilai tegangan.

 

Aktivasi Transistor (VBE ≥ 0,7V)

Tegangan keluaran dari Op-Amp digunakan untuk mengaktifkan transistor.
Jika tegangan basis-emitor (VBE) mencapai atau melebihi 0,7V, transistor akan ON.

  • Jika VBE < 0,7V, transistor tetap OFF dan sistem kembali melakukan pembacaan dari sensor Flame.
  • Jika VBE ≥ 0,7V, transistor ON dan mengaktifkan relay.

 

Relay Aktif (Relay Close)

Saat transistor aktif, relay akan menutup (close) sehingga menghubungkan arus ke perangkat keluaran berupa buzzer.

 

Buzzer Hidup

Buzzer menyala sebagai peringatan adanya api yg terdeteksi oleh sensor flame.

 

Selesai

Sistem berada dalam kondisi Buzzer hidup hingga Api padam dan sensor Flame kembali mendeteksi kondisi normal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini